Kualitas air bersih dari sumber sumur gali warga pemukiman merupakan syarat utama dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan harian. Pencemaran air tanah oleh perembesan limbah domestik dapat meningkatkan kadar zat padat terlarut yang membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Pengujian secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan pasokan air konsumsi warga tetap berada pada batas parameter keamanan medis yang diizinkan.
Dalam kegiatan praktik laboratorium sains fisika, para siswa melakukan eksperimen pengukuran kadar padatan terlarut menggunakan sampel air sumur yang diambil dari lingkungan rumah warga sekitar. Menggunakan instrumen TDS meter digital, siswa mengukur jumlah partikel mineral dan kontaminan cair yang terlarut di dalam setiap mililiter air sampel. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar sains yang nyata dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Percobaan fisika instrumen digital ini melengkapi materi eksperimen kimia sederhana mengenai metode koagulasi dan pengendapan partikel pada sampel air keruh yang berlumpur. Pemahaman pengujian sifat fisika dan kimia air memberikan wawasan komprehensif bagi siswa dalam menentukan tingkat kelayakan air minum. Siswa belajar menerapkan metode ilmiah standar dalam memecahkan permasalahan lingkungan hidup.
Siswa mencatat dan membandingkan hasil pengukuran angka TDS dari berbagai titik lokasi pengambilan sumur warga di dalam tabel analisis ilmiah. Dari hasil percobaan ditemukan bahwa air sumur yang berdekatan dengan area vegetasi rindang memiliki tingkat padatan terlarut yang jauh lebih rendah dan tergolong aman. Data hasil penelitian siswa ini kemudian dirangkum menjadi dokumen laporan edukasi warga.
Laporan hasil pengujian sains ini diserahkan kepada pihak pengurus RT lokal sebagai bentuk kontribusi nyata sekolah dalam mendukung kesehatan lingkungan masyarakat. Warga menyambut baik informasi ilmiah yang disampaikan oleh para siswa karena membantu mereka dalam menjaga kualitas kebersihan sumur rumah. Kerja sama edukatif ini mempererat hubungan persaudaraan antara sekolah dan masyarakat sekitar.
Eksperimen sains berbasis analisis permasalahan masyarakat terbukti mampu meningkatkan minat belajar fisika para siswa secara drastis. Pembelajaran tidak lagi sebatas hafalan rumus teori di dalam buku teks, tetapi menjelma menjadi aksi riset aplikatif yang berdampak nyata. Fasilitas alat ukur laboratorium sekolah akan terus diperlengkap demi mendukung kegiatan riset siswa di masa mendatang.