SMPN 1 Bangil melaksanakan Kunjungan Edukasi Sejarah ke salah satu situs kuno lokal. Kegiatan ini adalah upaya nyata sekolah untuk meningkatkan wawasan sejarah lokal siswa. Belajar di luar kelas memberikan pengalaman langsung yang jauh lebih bermakna daripada membaca buku teks.
Situs kuno yang dikunjungi menyimpan jejak peradaban masa lalu yang kaya. Melalui Kunjungan Edukasi Sejarah ini, siswa mengamati langsung artefak dan struktur peninggalan. Mereka mendengarkan penjelasan dari pemandu ahli tentang konteks historis situs tersebut.
Tujuan utama dari Kunjungan Edukasi Sejarah adalah menghidupkan kembali mata pelajaran sejarah. Dengan melihat bukti fisik, siswa lebih mudah memahami konsep-konsep sejarah yang abstrak. Hal ini merangsang minat mereka untuk mendalami sejarah lebih lanjut.
Guru pendamping menekankan bahwa meningkatkan wawasan sejarah lokal adalah kunci untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepemilikan terhadap budaya daerah sendiri. Pengetahuan ini membentuk identitas dan menghargai warisan leluhur.
Selama Kunjungan Edukasi Sejarah, siswa juga ditugaskan untuk melakukan observasi dan wawancara singkat. Tugas ini melatih keterampilan penelitian dan komunikasi mereka. Hasilnya akan dipresentasikan di kelas setelah kunjungan berakhir.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pemandu. Mereka tertarik pada detail-detail kecil tentang kehidupan masyarakat kuno. Pengalaman ini membuka mata mereka terhadap kekayaan sejarah yang ada di sekitar mereka.
Program ini merupakan bagian dari kurikulum yang mendorong pembelajaran kontekstual. Kunjungan Sejarah ke situs kuno lokal menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan realitas sejarah di lapangan.
Dengan berinvestasi pada Kunjungan Sejarah semacam ini, SMPN 1 Bangil berhasil meningkatkan wawasan sejarah lokal siswa. Sekolah berharap agar siswa menjadi generasi yang peduli dan bangga terhadap warisan budaya daerah mereka.