Menjadi Relawan: Mengapa Berbuat Baik Itu Menyenangkan?

Banyak remaja berpikir bahwa kegiatan relawan adalah hal yang membosankan dan melelahkan. Namun, kenyataannya, menjadi relawan adalah salah satu pengalaman paling berharga yang bisa Anda miliki. Lebih dari sekadar berbuat baik, menjadi relawan adalah tentang menemukan tujuan, membangun keterampilan, dan merasakan kebahagiaan yang tulus. Menjadi relawan mengajarkan kita bahwa kebaikan adalah dua arah: Anda memberikan sesuatu, tetapi Anda juga mendapatkan sesuatu yang tak ternilai, yaitu kepuasan batin.

Salah satu alasan utama mengapa berbuat baik itu menyenangkan adalah karena rasa kepuasan batin yang ditimbulkannya. Ketika Anda membantu orang lain yang membutuhkan, otak Anda melepaskan hormon endorfin dan serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Perasaan ini sering disebut helper’s high. Rasa ini membuat Anda merasa lebih baik tentang diri sendiri dan menumbuhkan optimisme. Pada sebuah studi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sosial pada 20 Agustus 2025, remaja yang aktif sebagai relawan memiliki tingkat kebahagiaan 30% lebih tinggi dan merasa lebih terhubung dengan komunitas mereka.

Selain kepuasan batin, menjadi relawan juga merupakan cara yang efektif untuk membangun keterampilan yang berguna di masa depan. Misalnya, jika Anda menjadi relawan di sebuah acara penggalangan dana, Anda akan belajar tentang manajemen acara, komunikasi, dan kerja tim. Jika Anda menjadi relawan di penampungan hewan, Anda akan belajar tentang empati dan tanggung jawab. Keterampilan-keterampilan ini tidak diajarkan di sekolah, tetapi sangat dicari oleh perusahaan dan universitas. Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan karir pada 15 September 2025, menemukan bahwa 75% manajer HRD menganggap pengalaman relawan sebagai nilai tambah yang signifikan dalam resume.

Lebih dari itu, kegiatan relawan memberikan Anda kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki minat yang sama. Anda akan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang, yang dapat memperluas jaringan pertemanan Anda. Misalnya, seorang siswa dari sebuah sekolah di Jawa Barat yang menjadi relawan di Palang Merah Indonesia (PMI) untuk penanganan banjir pada 22 Juni 2025, bertemu dengan banyak relawan dari kota lain dan bahkan petugas kepolisian yang juga peduli pada kegiatan kemanusiaan. Pengalaman ini membuka wawasan dan membuat Anda merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Secara keseluruhan, menjadi relawan adalah sebuah investasi pada diri sendiri dan masyarakat. Dengan memberikan waktu dan energi Anda untuk orang lain, Anda tidak hanya membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, tetapi juga menemukan kebahagiaan dan makna dalam hidup Anda. Jadi, jangan ragu untuk memulai. Cari organisasi yang sesuai dengan minat Anda, dan rasakan sendiri mengapa berbuat baik itu sangat menyenangkan.