Menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini merupakan salah satu strategi efektif untuk membentuk karakter mandiri dan inovatif pada siswa. Hal inilah yang mendasari SMPN 1 Bangil untuk meluncurkan sebuah ajang bergengsi bertajuk Entrepreneur Award. Program ini bukan sekadar tugas sekolah biasa, melainkan sebuah kompetisi bisnis yang dirancang secara profesional untuk menantang siswa menciptakan produk atau jasa yang memiliki nilai jual. Dengan cakupan kompetisi yang ditargetkan mencapai skala kota, sekolah ini ingin memberikan panggung yang lebih luas bagi para inovator muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam melihat peluang ekonomi.
Pelaksanaan Entrepreneur Award di sekolah ini melibatkan berbagai tahapan yang meniru dunia bisnis nyata. Siswa diawali dengan fase penggalian ide, riset pasar sederhana, hingga penyusunan rencana bisnis yang sistematis. Di SMPN 1 Bangil, siswa tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tetapi juga cara melakukan pemasaran dan pengelolaan keuangan dasar. Kompetisi ini memaksa siswa untuk keluar dari zona nyaman dan berpikir kritis tentang masalah apa yang ada di sekitar mereka yang bisa diselesaikan dengan sebuah inovasi bisnis. Hal ini secara langsung mengasah kemampuan pemecahan masalah (problem solving) mereka di lapangan.
Partisipasi dalam ajang ini juga membuka kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan mentor-mentor dari kalangan pengusaha lokal di Bangil. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha ini memberikan wawasan praktis yang tidak didapatkan dari buku teks. Siswa belajar tentang pentingnya integritas, kegigihan saat menghadapi kegagalan, serta seni berkomunikasi dengan pelanggan. Melalui Entrepreneur Award, sekolah ingin menghapus stigma bahwa berbisnis hanya bisa dilakukan setelah dewasa. Sebaliknya, masa SMP adalah masa keemasan untuk mencoba banyak hal dan menemukan gairah dalam dunia kewirausahaan tanpa rasa takut yang berlebihan.
Dampak positif dari kegiatan ini mulai terlihat dari munculnya berbagai unit usaha kecil di kalangan siswa, mulai dari kerajinan tangan berbahan limbah, kuliner kreatif, hingga layanan jasa digital. Keberhasilan program di SMPN 1 Bangil ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota, yang melihat potensi besar dari para siswa untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif di masa depan. Kompetisi ini menciptakan ekosistem belajar yang kompetitif namun tetap suportif, di mana setiap siswa merasa tertantang untuk memberikan yang terbaik. Penghargaan yang diberikan bukan hanya soal piala, melainkan soal pengakuan atas dedikasi dan kreativitas yang telah mereka curahkan.