Program hafalan Al-Qur’an atau tahfidz menjadi salah satu unggulan di banyak sekolah, tidak terkecuali di SMPN 1. Untuk memberikan apresiasi atas kerja keras para penghafal muda, sekolah mengadakan Tahfidz Challenge yang menjadi pintu masuk bagi siswa untuk meraih sertifikasi hafalan mereka. Program ini bukan hanya soal mengejar angka atau target juz, melainkan upaya membentuk mentalitas pejuang yang tangguh dan disiplin dalam mencintai ayat-ayat suci.
Mengikuti sebuah tahfidz challenge membutuhkan persiapan fisik dan mental yang matang. Siswa tidak bisa hanya mengandalkan ingatan saat hari ujian tiba; diperlukan rutinitas murajaah atau pengulangan yang konsisten setiap hari. Di SMPN 1, guru pendamping berperan aktif dalam membantu siswa memetakan target hafalan mereka. Pendekatan ini membuat siswa merasa tidak sendirian, melainkan didukung penuh oleh lingkungan sekolah dalam mencapai target yang ambisius namun tetap realistis.
Bagi banyak siswa, tantangan tersulit bukanlah menghafal ayat baru, melainkan menjaga hafalan lama agar tidak hilang (mutqin). Melalui sistem sertifikasi yang diadakan, sekolah memastikan bahwa setiap siswa yang dinyatakan lulus uji benar-benar memiliki kualitas hafalan yang kuat. Proses ujian yang ketat, mulai dari tajwid, kelancaran, hingga kefasihan makhraj, menjadi standar emas agar gelar penghafal yang disematkan memiliki kredibilitas dan kebanggaan tersendiri bagi siswa yang mendapatkannya.
Cara untuk sukses dalam tantangan ini adalah dengan membangun ekosistem pendukung. Sekolah menyediakan sesi setoran hafalan secara berkala dan bimbingan khusus bagi mereka yang masih kesulitan pada bagian tertentu. Selain itu, adanya peer-support di antara siswa—di mana mereka saling menyimak hafalan satu sama lain—terbukti sangat efektif untuk menjaga motivasi tetap tinggi. Rasa persaudaraan yang tumbuh dalam proses berjuang menghafal ini menjadi kenangan berharga yang melampaui sekadar perolehan nilai di atas kertas.
Sertifikasi yang diberikan bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan bukti otentik yang akan sangat bermanfaat bagi jenjang pendidikan selanjutnya. Banyak lembaga pendidikan menengah atas yang kini memberikan prioritas kepada siswa yang memiliki sertifikat tahfidz. Oleh karena itu, program ini juga merupakan investasi masa depan bagi para siswa di SMPN 1. Mereka diajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan hasil dari ketekunan, kesabaran, dan doa yang terus dipanjatkan di setiap sujud.